PBMB Ngayah Perdana Saat Betara Turun Kabeh di Besakih, 17 September 2016
Foto: Dok. Istimewa
Karangasem – Momen sakral Karya Agung Betara Turun Kabeh di Pura Besakih pada 17 September 2016 menjadi sejarah tersendiri bagi Perkumpulan Bengkel Mobil Bali (PBMB). Untuk pertama kalinya, PBMB turut serta ngayah dalam rangkaian upacara besar tersebut sebagai bentuk pengabdian sosial dan spiritual kepada masyarakat serta Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Dalam suasana penuh khidmat, para anggota PBMB yang sebagian besar merupakan pelaku usaha bengkel UKM di Bali bergotong royong memberikan pelayanan gratis bagi para pemedek. Bentuk ngayah yang dilakukan antara lain pengecekan ringan kendaraan, bantuan darurat bagi kendaraan yang mogok, hingga dukungan teknis di area parkir sekitar Pura Besakih.
Partisipasi ini lahir dari semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial PBMB terhadap masyarakat Bali. Di tengah padatnya arus kendaraan saat puncak karya, kehadiran relawan teknisi dari PBMB sangat membantu kelancaran mobilitas umat yang tangkil. Ngayah perdana ini menjadi tonggak penting perjalanan PBMB, tidak hanya sebagai organisasi perbengkelan, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Sejak saat itu, semangat ngayah di Besakih menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat solidaritas anggota serta mempertegas peran PBMB dalam mendukung kegiatan adat dan budaya Bali.
Dalam suasana penuh khidmat, para anggota PBMB yang sebagian besar merupakan pelaku usaha bengkel UKM di Bali bergotong royong memberikan pelayanan gratis bagi para pemedek. Bentuk ngayah yang dilakukan antara lain pengecekan ringan kendaraan, bantuan darurat bagi kendaraan yang mogok, hingga dukungan teknis di area parkir sekitar Pura Besakih.
Partisipasi ini lahir dari semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab sosial PBMB terhadap masyarakat Bali. Di tengah padatnya arus kendaraan saat puncak karya, kehadiran relawan teknisi dari PBMB sangat membantu kelancaran mobilitas umat yang tangkil. Ngayah perdana ini menjadi tonggak penting perjalanan PBMB, tidak hanya sebagai organisasi perbengkelan, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Sejak saat itu, semangat ngayah di Besakih menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat solidaritas anggota serta mempertegas peran PBMB dalam mendukung kegiatan adat dan budaya Bali.